Rabu, 15 Juni 2016

Ingin Melatih Kemandirian dengan Mengajarkan Cara Anak Berpakaian Sendiri? 5 Tips Asyik ini Bisa Ibu Lakukan

Urusan berpakaian, anak pertama saya si Awan cukup kritis sejak masuk usia 2 tahun. Pernah dengar istilah “mbah renggo”? Akronim dari bahasa jawa kuMBAH gaRENG diengGO yang artinya baju yang dipakai selalu yang itu-itu saja. Baru saja dicuci, kering lalu dipakai lagi. Saat itu Awan suka pakai baju motif super hero. Herannya lagi meski ada motif super hero yang sama, Awan suka pakai baju yang warnanya biru.

sumber gambar: majalahmuslim.blogspot.com
Memasuki usia 3 tahun, kebiasaan mbah renggo Awan sudah menghilang. Kebiasaan mbah renggo berganti dengan ego untuk memilih bajunya sendiri. Berawal dari dorongan saya untuk mengambil pakaian sendiri, Awan jadi suka memilih. Walhasil, tatanan baju di lemari Awan jauh dari kata rapi. Parahnya lagi kadang baju tidur minta dipakai saat pagi. Terkadang situasi seperti itu akan berujung Awan merajuk jika tidak dituruti. Untungnya kalau diajak pergi, Awan masih mau memakai baju yang dipilih oleh saya.

Kini usia Awan memasuki usia 3,5 tahun. Tiba-tiba kemarin Awan bilang, “STOP, Awan mau lepas baju sendiri”. Saya tertegun dan untungnya segera tersadar untuk member Awan kesempatan melakukan keinginannya. Urusan melepaskan celana, Awan sudah bisa sejak usia 2,5 tahun. Meskipun cara melepaskan celana masih dengan menginjak-injak celana dengan kakinya. Saya tersenyum simpul melihat Awan bergeliat-geliat melepas kaos. Sengaja saya biarkan sampai akhirnya Awan minta tolong. 
Mulai saat itu saya berfikir inilah saat yang tepat untuk mulai mengajarkan kemandirian pada Awan dalam masalah berpakaian.  Tentunya ibu-ibu juga sering bertanya-tanya, “usia berapa mengajarkan anak berpakaian sendiri?” dan inilah jawabannya berikut tips asyik cara mengajarkan anak berpakaian sendiri.

1. Berikan dorongan
Usut punya usut Awan mulai tertarik melepas dan memakai baju sendiri karena melihat temannya. Teman yang merupakan anak tetangga dengan selang usia dua tahun diatasnya itu melepas dan memakai baju sendiri saat Awan main dirumahnya.  Oleh karenanya kini saya suka mendorong Awan untuk melepas dan memakai baju sendiri.

2. Berikan contoh
Sebagaimana teman Awan yang mencontohkan cara berpakaian,  saya meminta kakek yang berjenis kelamin sama sebisa mungkin berpakaian di depan Al. Tentunya dengan diajak ke kamar.

3. Beri kesempatan
Bagi orang dewasa, melepas dan memakai pakaian sendiri tentu sangat mudah dan cepat. Namun ingat bahwa anakmasih belajar. Anak akan mengalami tahap mampu lalu mahir. Jangan  samakan dengan orang dewasa. Seringkali kita tak sabar melihat anak “berjuang” melepas dan memakai pakaian sendiri. Sabar adalah cara mengajarkan anak berpakaian sendiri dalam bentuk memberikan kesempatan untuk belajar, belajar, belajar hingga mahir.

4. Beri pendampingan
Awan pernah tertutup hidungnya ketika melepas kaos. Rupanya kaos dalam dan kaos luar dilepas bersamaan hingga sesak ketika melewati kepala. Untung saja ada saya didekatnya. Tentunya anak perlu didampingi untuk situasi seperti itu. Jika anak sudah minta tolong, barulah kita turun tangan.

5. Beri penghargaan
Saya dan Awan suka tepuk tangan bersama-sama ketika Awan bisa memakai celananya sendiri. Awan jadi telihat gembira dan percaya diri. Sekarang kalau urusan memakai celana, Awan langsung bilang,”Aku pakai sendiri saja, Bu”.

Kini Awan lebih suka melepas dan memakai bajunya sendiri meski belum sepenuhnya bisa. Meski terdengar sepele, urusan berpakaian ternyata juga bisa menumbuhkan rasa mandiri dan percaya diri pada anak. Ibu punya cerita tentang cara mengajarkan anak berpakaian sendiri?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar