Rabu, 25 Mei 2016

Dibalik Senyum Bahagia Liya Swandari

“Mereka yang tampaknya bahagia bukan berarti karena tak ada masalah. Setiap orang pasti punya masalah, setiap manusia pasti ada ujian, tapi tak semua membaginya kepada dunia, apalagi dunia maya.  Karena masalah memang tidak untuk dibagi.”


Sosoknya begitu energik saat saya pertama kali bertemu dengannya di acara salah satu merek susu anak tahun lalu. Kalau tidak salah saat itu posisinya sedang berbadan dua. Sayangnya saya hanya sempat memandanginya dari jauh. Arwa sedang dalam kondisi rewel sehingga saya jadi tidak bisa aktif kesana-kemari.Saya berusaha mengingat-ingat siapa dia sambil menenangkan Arwa. Tapi sepertinya memang saya belum kenal dia.

Pertemuan kedua saya kembali melihatnya di acara yang sama-sama digelar oleh merek susu anak tahun lalu. Meski tak sempat berkenalan, kala itu saya sudah tahu namanya berkat obrolan di group WA. Tak berbeda dengan sebelumnya, sososk itu lagi-lagi terlihat aktif kesana kemari mengunjungi booth yang ada di venue.

Liya Swandari, demikian nama pemilik tubuh montok dalam balutan gamis yang menjadi dresscode-nya. Mak Liya sepertinya tak pernah kehabisan baterai. Baru-baru ini dia mengirimkan pesan melalui salah satu media chat. Sebuah penawaran buku mewarnai untuk anak dilayangkan olehnya. Sebenarnya saya berminat dengan jenis buku belajar mewarnai anak yang ternyata merupakan karya mak Liya. Namun Awan yang baru berusia 3,5 tahun nampaknya belum tertarik untuk menggambar dan mewarnai. Awan belum bisa fokus. Terpaksa saya menolak halus penawarannya. Beruntung mak Liya memaklumi dan mengakui bahwa jenis bukunya termasuk buku mewarnai anak TK. Alhamdulillah …

sumber gambar: www.ceritamanda.com

Rasa penasaran akan sosok yang memiliki kegemaran sama dalam hal gambar-menggambar mengantarkan saya untuk googling nama Liya Swandari. Saya sempat tersasar di blog gratisannya. Rupanya mak Liya tidak menggunakan nama sebagai nama blog sebagaimana blogger kebanyakan. Alamat www.SENYUMBAHAGIA.com rupanya dipilih mak Liya.

Tak disangka ada banyak kejutan yang saya dapatkan di blog bertajuk Senyum Bahagia Liya Swandari ini. Selain dunia menggambar, saya dan mak Liya ternyata sama-sama pejuang LDR alias LONG DISTANCE RELATIONSHIP. Lebih tepatnya Long Distance Marriage (LDM) karena mak Liya sudah menikah. Menjalani kehidupan rumah tangga sebagai pasangan yang tidak tinggal seatap memang tidak lah mudah. Betapa banyak nyinyir pedas yang melayang saat mengetahui seseorang memutuskan LDR. Seperti halnya mak Liya yang memutuskan LDR karena banyak pertimbangan. Bisa dibayangkan betapa tidak mudah mak Liya menghadapi sindirian demi sindiran. Namun mak Liya memilih untuk tetap senyum bahagia dan menjalani rumah tangga dengan caranya. Tak ada alasan untuk tidak bersyukur apalagi kini sudah ada bayi yang hadir dalam rumah tangga mak Liya. Tak peduli meski sejak hamil harus periksa sendiri dan merawat anak sendiri pula.

Disisi lain ada pula deraan “kepo”orang-orang disekitar akan keputusan mak Liya untuk resign. Alih-alih menanggapinya, mak Liya memilih untk selektif. Mak Liya lebih suka bergaul dengan orang-orang yang tak banyak mempertanyakan hal-hal yang tak ingin dijelaskannya pada banyak orang.

Tak betah hanya berdiam diri, mak Liya menggali potensinya yang ahli menggambar. Melalui sanggar menggambar di Jogja yang diberinya nama Sanggar Hammam, mak Liya berbagi ilmu menggambar pada anak-anak. Tak hanya sanggar menggambar di Yogyakarta, mak Liya pun membuat buku menggambar untuk anak-anak. Aktivitasnya di dunia menggambar dituangkan juga di blog Senyum Bahagia. Cek saja kategori Menggambar yang ada di blog www.senyumbahagia.com dan dapatkan aneka tutorial serta tips menggambar terutama dengan anak-anak.


Dikepung masalah dan sindiran tak membuat mak Liya terpuruk. Tak perlu dunia tahu tentang kepedihan dan tangisnya, mak Liya hanya ingin dunia tahu bahwa ia memiliki SENYUM BAHAGIA dan terus berkarya.

2 komentar:

  1. Manis banget tulisannya. Makasih ya.... Wee laskar LDR kita. Hihi

    BalasHapus
  2. Suka banget sama kalimat penutupnya :)

    BalasHapus