Selasa, 19 April 2016

Wanita ini Bisa Hamil dengan Satu Ovarium Bahkan Memiliki 5 Anak, Bacalah Agar Engkau Bersyukur

Sosok bayi yang diletakkan dalam high chair nampak tenang di tengah keramaian emak-emak. Ia juga tak nampak terganggu ketika umminya beranjak menyapa saya. Usai bersapa dengan umminya, saya beralih sapa pada bayi montok bernama Haziq. Sungguh lucu dan menggemaskan. Tak terlihat bedanya dengan bayi yang dikandung oleh ibu normal lainnya karena bayi tersebut lahir dari seorang ibu dan wanita yang spesial.

dokumentasi pribadi mak Nunung
Sembari menunggu emak-emak lain berkumpul, saya ngobrol dengan seorang ummi yang memiliki nama Nunung Nurlaela ini. Si bayi itu rupanya anak keempat yang lahir dari rahim tak sempurna milik blogger yang juga berprofesi sebagai dosen. Saya yang kala itu baru memiliki satu anak sangat surprise mendengarnya. Keluarga yang memiliki anak lebih dari tiga itu sudah ukuran W.O.W untuk standar keluarga saat ini. Saya saja bercita-cita hanya ingin memiliki tiga anak, hehehe

Kabar terakhir saya mendengar bahwa mak Nunung baru saja melahirkan anak kelima. Itu artinya hanya selang 2-3 tahun dengan anak keempat. Jarak yang cukup dekat untuk satu kelahiran dengan kelahiran lain. Saya salut dengan mak Nunung. Saya yang baru sekali melahirkan dua anak dengan jarak dekat saja sudah cukup kenyang dengan omelan orang tua. Lima jempol lah pokoknya :D

Tapi siapa sangka bahwa dibalik jumlah anak yang banyak, mak Nunung sebenarnya tidak sama seperti perempuan lain. Jika perempuan lain memiliki dua ovarium, mak Nunung hanya punya satu. Pendarahan yang dialaminya saat mengandung anak kedua membuat mak Nunung harus merelakan satu ovariumnya diangkat. Tak pelak itu membuat mak Nunung sempat bersedih. Terlebih mengingat cita-citanya yang ingin memiliki banyak anak. Pertanyaan bisakah hamil dengan satu ovarium menggelayutinya. Bahkan kemungkinan hamil dengan satu ovarium adalah sesuatu yang mustahil sempat bertengger dalam asumsi mak Nunung.

Kehamilan ektopik lah yang menjadi pangkal dari pengangkatan salah satu ovariumnya. Kehamilan yang terjadi di luar kandungan itu juga membuat mak Nunung harus merelakan calon anak keduanya. Embrio hasil pembuahan melekat di saluran telur yang menyebabkan mak Nunung mengalami pendarahan terus menerus. Jika dipertahankan bisa mengancam jiwa si ibu. Maka pilihan operasi pengangkatan janin berikut satu ovarium harus diambil. Jika ovarium tidak dibuang, maka peluang kehamilan ektopik bisa terulang kembali.

Mak Nunung sempat berfikir bahwa peluang hamil dengan satu ovarium cukup kecil. Beruntung mak Nunung mengetahui bahwa ternyata ada banyak pula kasus ibu hamil dengan satu ovarium. Bahkan ada salah satu artis, yakni Shannaz Haque yang memiliki kondisi sama dengannya. Penyakit kanker membuat Shannaz harus merelakan satu ovariumnya diangkat. Faktanya kini Shannaz bisa hamil dengan satu ovarium dan dianugrahi tiga putri yang lucu dan sehat. Inilah yang menumbuhkan keyakinan mak Nunung bahwa kelak bisa dikarunia anak lagi.

Terhitung kini sudah ada lima amanah yang dititipkan oleh-NYA melalui rahim emak yang memiliki nicname Ummu Nawazim ini. Empat diantaranya buah hamil dengan satu ovarium. Bisa dibilang rata-rata jeda anak satu dengan yang lain tidak lama, bahkan bisa dibilang dekat. Mak Nunung mengandung anak ketiga hanya berselang 6 bulan setelah anak kedua lahir.



Tak ada cara cepat hamil dengan satu ovarium yang dilakukan mak Nunung selain dengan bersyukur dan percaya pada Allah SWT. Pasca pengangkatan ovarium memang mak Nunung sempat pesimis. Namun rasa syukur akan amanah yang telah dititipkan yaitu putri pertamanya lah yang dipupuknya. Betapa di luar sana banyak juga wanita normal yang belum dikaruniai momongan. Dan mak Nunung juga mengingat janji Allah swt berikut:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Kini penulis buku Pondok Indah Mertua ini sudah membuktikan bahwa Allah tidak pernah ingkar janji.



1 komentar:

  1. Cerita yang inspiratif, ya Bu. Jadi tersentuh membacanya.

    BalasHapus